November 16, 2018

LANDASAN TEKNIS PENDIRIAN DAN PENGELOLAAN SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN  (STAK) ARASTAMAR GRIMENAWA – JAYAPURA

LANDASAN TEKNIS PENDIRIAN DAN PENGELOLAAN SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN (STAK) ARASTAMAR GRIMENAWA – JAYAPURA

 

  1. LANDASAN PEMIKIRAN

 

Berdirinya Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Arastamar Grimenawa didasarkan pada landasan pemikiran sebagai berikut:

  1. Kompleksitas dan kemajuan pembangunan nasional di Indonesia sekarang ini menuntut adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama kualitas spiritual, sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah, serta tuntutan menghadapi kompetisi kehidupan global. Perluasan pendidikan dan peningkatan kualitas semua jenjang secara vertikal dan perluasannya secara horizontal agar dapat menjangkau semua warga negara harus dapat mengembangkan aspek kognitif, psikomotorik, attitude moral agar mereka dapat mengaktualisasikan dirinya dan melakukan pesan sntral bagi pencapaian kemajuan dirinya dan masyrakat sesuai dengan tuntutan pembangunan nasional.
  2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan pendidikan dan pembelajaran bidang keagamaan yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan pada tingkat pendidikan tinggi adalah unsur kunci bagi pemecahan masalah kehidupan atau pembangunan. Setiap kegiatan pendidikan keagamaan melibatkan kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas spiritual disamping kualitas kognitif, psikomotorik dan attitude moral yang diharapkan menjadi potensi yang dapat membawa perubahan dan kemajuan dalam memecahkan masalah-masalah keagamaan di bidang pendidikan serta kehidupan keluarga, gereja, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa hanya dengan pendidikan dan pembelajaran keagamaan, maka manusia dan suatu bangsa dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam konteks pembangunan manusia seutuhnya, khususnya peningkatan mutu spiritual sumber daya manusia pada umumnya.
  3. Kegiatan pendidikan dan pembelajaran untuk pembinaan spiritual melalui pendidikan Agama yang berkarakter Kristus dapat berperan sebagai instrument penting bagi upaya konstruksi dan rekonstruksi kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat. Dalam masa krisis moral, ekonomi, sosial, politik dan kepercayaan yang dialami bangsa Indonesia diera globalisasi sekarang ini, peran pendidikan Agama berkarakter Kristus untuk konstruksi dan rekonstruksi tatanan gereja dan kondisi sosial sangat besar. Model-model pendidikan keagamaan alternative yang berbeda dengan pendidikan konvensional dapat dikembangkan untuk masalah-masalah gereja dan masyarakat melalui pendidikan, misalnya bagi generasi muda yang menyiapkan diri untuk menciptakan lapangan pekerjaan, bagi penanggulangan penyakit-penyakit masyarakat, kurangnya tenaga Pendidikan Agama Kristen, profesionalitas tenaga pelayan gereja dan guru Agama Kristen.
  4. Pendidikan Agama sebagai teori, strategi, dan cara pemecahan masalah-masalah gereja, pendidikan dan pembelajaran Agama, pembinaan warga gereja, dapat membantu menciptakan model-model baru, strategi dan cara baru agar pendidikan dan pembelajaran Agama sebagai instrument pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia dapat berfungsi secara efektif dan efesien. Pengembangan program pendidikan Agama pada jenjang pendidikan tinggi memiliki kaitan penting dengan pengembangan spiritual serta keilmuan untuk mengahasilkan tenaga professional dalam bidang pendidikan Agama. Program sarjana pendidikan keagamaan memberikan kesempatan untuk pengembangan keilmuan dan peningkatan kualifikasi bidang pendidikan Agama.
  5. Perkembangan masyarakat global dan kemajuan pembangunan di Indonesia membawa pengaruh pada tatanan kehidupan yang lebih terbuka (transparan) dan bahkan seolah-olah tanpa batas yang jelas. Penggunaan teknologi komunikasi dan informasi yang rumit dan tinggi (sophitisticated high communication and information technology) telah mendorong perubahan kehidupan yang bercorak lokal menjadi kehidupan yang bercorak global. Dunia pendidikan dan pembelajaran bagi pembentukan spiritual keagamaan tidak dapat terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Pemanfaatan teknologi untuk pemecahan masalah pendidikan dan pembelajaran di bidang keagamaan untuk mencapai efektivitas dan efesiensi menjadi perhatian utama bagi program pendidikan Agama. Para mahasiswa, guru Agama dan pelayan di gereja maupun warga gereja sebagai anggota masyarakat dituntut untuk dapat menggunakan atau mengoperasikan produk-produk teknologi komunikasi dan informasi yang telah berkembang demikian pesat agar dapat menangkap peluang-peluang pekerjaan baru di bidang pendidikan Agama yang berkembang di sekolah, gereja dan masyarakat. Oleh karenanya tidak dapat dipungkiri pengenalan budaya ilmu, teknologi, dan seni, serta penggunaannya dalam proses pembelajaran  di sekolah maupun masyarakat melalui pendidikan Agama menjadi tuntutan yang sangat kuat, seiring dengan perkembangan paradigma pendidikan Agama dan Teologi sekarang ini.

 

  1. LANDASAN PENYELENGGARAAN

 

Penyelenggaraan Program Pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Arastamar Grimenawa didasarkan pada landasan sebagai berikut:

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
  3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolahan dan Penyelenggaraan Pendidikan
  9. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 036/U/1993 tentang Gelar dan Sebutan Lulusan Perguruan Tinggi
  10. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 Tahun 2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
  11. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000 Tahun 2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi
  12. Keputusan Menteri Agama Nomor 520 Tahun 2001 tentang Pedoman Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi Agama
  13. Keputusan Menteri Agama Nomor 534 Tahun 2001 tentang Perubahan Keputusan Menteri Agama Nomor 180 Tahun 1997 tentang Pedoman Penyelenggaraan Jurusan Pendidikan Agama Kristen dan Jurusan Teologi/Kependetaan serta Ujian Negara
  14. Keputusan Menteri Agama Nomor 535 Tahun 2001 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Teologi/Agama Kristen serta Ujian Negara
  15. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 394 Tahun 2003 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi Agama
  16. Keputusan Badan Pengurus Yayasan Arastamar Papua Nomor 008/KEP-YARPA/VIII/2014 tentang Penetapan Pemberian Ijin Penyelenggaraan STIPAK Arastamar Grimenawa Kabupaten Jayapura.
  17. Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI tentang Persetujuan Pendirian Institusi STAK Arastamar Grimenawa Kab. Jayapura, Prov. Papua nomor: III/Kep/HK.005/612/2014
  18. Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan Prodi S1 PAK STAK Arastamar Grimenawa, Kab Jayapura, Prov. Papua nomor: III/Kep/HK.005/614/2014
  19. Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan Prodi S1 Teologi STAK Arastamar Grimenawa, Kab Jayapura, Prov. Papua nomor: III/Kep/HK.005/615/2014

 

About The Author

Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Agama Kristen (STIPAK) Arastamar di daerah Grimenawa – Kampung Sabron, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua diresmikan pada tanggal 23 September 2014, STIPAK berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Arastamar Grimenawa mengikuti legalitas hukum SK Ijin Pendirian Institusi tanggal 31 Desember 2014 oleh Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI nomor: DJ.III/Kep/HK.005/612/2014, dan Ijin Penyelenggaraan Prodi S1 PAK nomor: DJ.III/Kep/HK.005/615/2014, Prodi S1 Teologi nomor: DJ.III/Kep/HK.005/615/2014

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *